Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts

Rusia dan AS Sepakat Kerja Sama Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir

Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) dan Badan Antariksa dan Aeronautika Amerika (NASA) sepakat bekerja sama dalam pengembangan mesin bertenaga nuklir untuk pesawat ruang angkasa, menurut laporan beberapa media, Senin. Kepala Roscosmos, Anatoly Perminov, seperti dikutip Xinhua di pusat antariksa Kazakh Baikonur, mengatakan Rusia telah melakukan inisiasi untuk membangun mesin bertenaga nulir bersama dengan NASA hingga 2019 dan menggunakan mesin tersebut untuk penerbangan ke planet Mars.

Mesin tersebut akan membuat penerbangan ke Mars ditempuh dengan waktu 20 kali lebih cepat, kata Perminov, seraya menambahkan pertemuannya dengan Kepala NASA, Charles Bolden, dijadwalkan pada 15 April mendatang. Sementara itu Perminov membenarkan peluncuran sebuah pesawat tanpa awak untuk mendarat di salah satu satelit planet Mars yang dijadwalkan pada Oktober tahun ini.

Pesawat ruang angkasa Phobos-Grunt akan dikirimkan ke permukaan Phobos, dengan membawa satelit mikro buatan China, YH-1, yang akan menjadi penjelajahan pertama negara itu ke planet Mars. Perminov juga mengatakan Rusia mungkin akan memulai kembali program pariwisata luar angkasa mereka dalam dua tahun, dengan harga tiket yang ditetapkan berada di kisaran 50 juta dolar AS.

Ia menambahkan Rusia berencana untuk meningkatkan pesawat ruang angkasa Soyuz mereka yang akan diluncurkan mulai tahun 2013 dan mengikutsertakan kosmonot Ukraina serta Kazakhstan sebagai awaknya. Perminov juga mengungkapkan rencana Rusia untuk membangun tempat peluncuran tambahan di pusat ruang angkasa Baikonur di Kazakhstan pada akhir 2011.

Hari ini (5/4), pesawat ruang angkasa Rusia, Soyuz TMA-21, yang membawa tiga astronot akan diluncurkan dari pusat ruang angkasa Baikonur.

Proyek Teleskop Terbesar di Dunia

Proyek teleskop radio terbesar di dunia tengah diupayakan oleh beberapa negara, termasuk kalangan ilmuwan. Pembangunan teleskop bernama Square Kilometre Array (SKA) tersebut diperkirakan mencapai angka 2,1 miliar dollar AS.

Ketika sudah terbangun, teleskop itu akan berukuran 50 kali lebih besar dari teleskop saat ini. Teleskop akan terdiri dari 3.000 antena yang merentang di wilayah sepanjang 5.500 km. Separuh antena akan berada di wilayah sentral seluas 25 km persegi.

Semua informasi yang diterima akan ditransfer dengan kecepatan 100 TB per detik. Informasi akan diproses di sebuah superkomputer yang bekerja dengan kecepatan 1 juta juta juta per detik, atau 1 exabyte.

Ada dua pilihan lokasi tempat pembangunan teleskop superbesar itu, yaitu Australia dan Afrika Selatan. Penentuan lokasi akan dilakukan tahun 2012 nanti berdasarkan beberapa faktor, salah satunya adalah rendahnya gangguan frekuensi radio.

Lalu, apa gunanya SKA itu nanti? Professor Dame Jocelyn Bell Burnell, astronom terkemuka dan President The Institute of Physics, mengatakan, kekuatan teleskop radio ini akan melampaui hal-hal yang pernah kita lihat sekarang.

"SKA akan menjadi teleskop radio pertama yang membuat kita mampu memahami apa yang terjadi pada ratusan tahun pertama setelah Big Bang dan melacak sejarah gas, gas di mana bintang berasal sepanjang masa kosmos," kata Boyle.

"SKA bisa memungkinkan kita melihat bagaimana gas membentuk bintang dan bintang membentuk galaksi. Anda juga bisa melihat beberapa bintang beserta piringan dan material terbentuk di sekitarnya yang akan membentuk planet," lanjut Boyle.

Boyle mengungkapkan, SKA menandai perkembangan fisika pasca-Einstein yang akan membantu manusia untuk membuat langkah memahami obyek-obyek angkasa mengagumkan dan masa tergelap jagat raya.

Meski demikian, Boyle tak mengungkapkan lebih spesifik apa yang akan ditemukan dengan SKA. Ketika ditanya, ia hanya menuturkan, "Jika saya bisa memprediksi, maka kami tak akan sebegitu ambisius."

Teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan SKA sendiri hingga kini belum ada. Namun, kolaborasi antara ilmuwan dan industri diharapkan bisa menyediakannya dalam jangka waktu lebih cepat.

Kesepakatan pembangunan SKA ditandatangani oleh beberapa negara dalam pertemuan di Roma. Negara yang menandatangani, antara lain Australia, China, Perancis, Jerman, Italia, Selandia Baru, Belanda, Afrika Selatan, dan Inggris.

Totalnya, ada 20 negara yang terlibat pembangunan teleskop ini. Mereka akan membentuk badan perencanaan legal pada pertengahan 2011. Inggris berencana untuk berinvestasi sebanyak 24 juta dollar AS dalam fase lanjut pembangunan SKA.

Rusia Membangun Bahtera Nuh Baru

Bahtera Nuh baru dikembangkan oleh para arsitek asal Rusia. Kali ini, bahteranya berwujud hotel yang dinamai "Ark Hotel". Bahtera yang berwujud hotel ini, dalam konsep yang ditunjukkan Senin (10/1/2011), dibangun untuk mengatasi bencana banjir akibat kenaikan pemukaan air laut.

Ketika bencana banjir terjadi, hotel ini bisa melayang di air laut sehingga mampu menyelamatkan manusia yang ada di dalamnya. Dalam kondisi tersebut, hotel yang didesain berbentuk cangkang ini juga masih bisa menyediakan energi bagi penghuninya sebab bagian dalamnya ditanami pohon.

Selain mengatasi banjir, hotel ini juga dikatakan tahan gempa. Para arsitek yang membangunnya mengatakan, rangka dan desain hotel mampu menyebarkan berat secara merata sehingga bisa mengamankan penduduk dari bencana gempa bumi yang mungkin terjadi.

Hotel ini juga memiliki panel surya dan penampung air hujan yang akan memberikan energi dan air secara alami. Bagian dalam hotel dilengkapi dengan vegetasi tumbuhan yang selain memberikan kualitas udara yang baik juga bisa menjadi sumber bahan pangan.

Eksterior hotel terbuat dari bahan yang transparan untuk memastikan tercukupinya cahaya. Kontrol intensitas cahaya dilakukan dengan adanya filter di bagian dalam ruangan. Sementara, sebuah lapisan khusus juga digunakan untuk memastikan kualitas cahaya yang masuk ruangan.

Hotel ini dibangun oleh firma arsitektur Remistudio Rusia dan International Union of Architect. Alexander Remizow dari Remistudio mengatakan, "Hotel ini dibangun untuk menjawab tantangan yang ada saat ini. Dibangun untuk mendukung sistem kehidupan yang independen."

Tantangan yang dimaksud diantaranya adalah kebutuhan pengamanan dan perlindungan dari efek perubahan iklim serta kondisi lingkungan yang ekstrim. Selain itu juga akan menjawab kebutuhan perlindungan dari aktivitas manusia yang merusak.

Untuk membangun sistem kehidupan yang independen, Remistudio mengatakan, "Semua tanaman telah dipilih berdasarkan kesesuaian, efisiensi dalam mengatur pencahayaan dan kemampuan dalam memproduksi oksigen. Atap yang transparan mebuat tanaman bisa mendapatkan cahaya yang cukup."

2013, Pesawat N219 Siap Beroperasi

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern.

Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.

"Pengembangan pesawat jenis ini biasanya memakan waktu 3 tahun. Namun, kita mungkin akan selesaikan 2-2,5 tahun," kata Andi Alisjahbana, Direktur Aerostruktur PT DI, Selasa (28/12/2010) di Jakarta. Jadi, tahun 2013, pesawat mungkin sudah bisa diluncurkan.

Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PT DI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. "Kami akan buat 25 unit dulu nantinya. Kami akan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu," kata Andi.

Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas.

"Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar," demikian Andi mengungkapkan kelebihan pesawat N219.

Sementara itu, Budi Santoso selaku Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia mengatakan bahwa pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. "Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain. Kita harus punya solusi sendiri," katanya.

Bagi Budi, pengembangan pesawat kecil yang mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. "Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi," paparnya.

Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika.

Teknologi Sidik Jari Siap Menggusur Kata Sandi

Penggunaan kata sandi sebagai pembuka akun online tampaknya segera berakhir. Pasalnya teknologi pemindai sidik jari tengah disiapkan guna menggantikan kata sandi sebagai pelindung kerahasiaan pemilik akun online.

Perubahanan ini diprediksikan dapat memberikan solusi signifikan terhadap mobilitas masyarakat di dunia maya. Apalagi, masyarakat tidak lagi hanya memiliki satu akun online.

Penggunaan pemindai sidik jari tentu sangat dinanti, mengingat kejahatan cyber semakin mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu, Gewker, perusahaan media online dan blog melaporkan 1.3 juta kata sandi berhasil dicuri. Fakta itu sangat menggambarkan betapa menakutkannya aksi para hacker. 

Sistem yang tengah dikembangkan mahasiswa pascasarjana Southampton University, Sara Alotaibi, telah diujicobakan kepada 100 orang. Hasilnya, secara komersial masyarakat cukup puas dengan kemampuan pemindai sidik jari.

Para ahli bahkan memuji temuan Sarah, dan mengharapkan teknologi itu segera dimasyarakatkan. "Teknologi ini memberikan kemudahan kepada pengguna untuk menjaga keamanan banyak akun," ujar Sarah seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Jum'at (17/12).

Untuk mengembangkan FingerID, sang mahasiswi berdarah Arab Saudi itu mengevaluasi sistem yang memiliki kata sandi. Hasilnya, keamanan akun tidak terjamin maksimal.

Dalam temuannya, Aloitaibi menyimpulkan kebanyakan individu cenderung menggunakan nama pengguna yang sama dengan kata sandi yang digunakan untuk seluruh akun online. Akibatnya, kata dia, resiko terserang hacker sangat tinggi.

Dengan memanfaatkan pemindai sidik jari yang bisa dibeli seharga £ 40 (Rp570 ribuan),ia mengembangkan sistem yang mengganti kata sandi dengan sidik jari. Setelah sistem digunakan, pengguna akun tidak perlu lagi memasukan sidik jari layaknya kata sandi.

Pembimbing Alotaibi, Dr David Argles, Pengajar School of Electronics and Computer Science mengatakan persoalan bocornya kata sandi online berawal dari pemilik akun sendiri. Menurut dia, kebanyakan dari pemilik akun menggunakan kata sandi yang sama untuk sejumlah akun. 

"Sistem yang dikembangkan Altoiabi memungkinkan individu untuk mengelola semua rekening mereka dari situsnya," kata dia. "Hal ini membuat hidup lebih mudah bagi orang yang mungkin bermasalah dengan daya ingat atau tidak dapat melihat dengan jernih layar komputer sehingga laman-laman seperti Facebook, Twitter, email dan online banking dapat diakses dengan satu sentuhan jari."

WooW...Komputer Cina Paling Canggih di Dunia

Cina mengalahkan Amerika dalam soal 'super-computer'. Sebuah Lembaga Ilmu Pengetahuan di Cina mengembangkan 'Tianhe-1A' sebuah komputer yang lebih canggih dari 'super-computer' di Laboratorium Nasional Amerika di negara bagian Tennessee. Demikian koran Amerika, The New York Times.

Menurut Jack Dongarra dari Universitas Tennessee yang memantau kecanggihan komputer di seluruh dunia, komputer di Cina itu kini mengalahkan 500 super-computer di seluruh dunia. "Tianhe-1A itu 1,4 kali lebih cepat" kata Dongarra.

'Super-computer' tidak hanya bersaing dalam kecepatan penghitungan matematik. Sebuah pabrik kripik kentang di Amerika misalnya menggunakan 'super-computer' agar kripik-kripik yang berbentuk bulat tidak rusak dalam kaleng.

Kloning digital agar "hidup abadi"

Sebuah perusahaan bernama Intelllitar sudah siap untuk meluncurkan peranti lunak bernama Virtual Eternity yang bisa menghasilkan kloning digital dari seseorang. Hasil kloning berupa video yang mampu berinteraksi dengan menjawab pertanyaan dan merespons percakapan sesuai kepribadian asli.

Sistem yang dibuat Intellitar merekam gambar orang serta beberapa keunikan vokal. Intellitar punya berbagai pertanyaan dan orang yang hendak dikloning diminta penjawab pertanyaan. Lalu, dengan sistem intelegensi buatan, Intellitar membuat kepribadian berdasarkan masukan yang diterima.

Video interaktif bisa jadi percakapan yang kikuk. Akan tetapi, sistem ini bisa dilatih agar memberikan respons tertentu sehingga sesuai dengan kepribadian yang diinginkan atau kepribadian asli.

Kloning CEO Intellitar saat ini bisa berinteraksi di situs web perusahaan tersebut. Kloning yang sempat muncul tersebut memberikan gambaran kepada parang pengunjung yang ingin mengetahui tampilan dan kerja sistem.

Pengaplikasian sistem ini pun sepertinya sudah jelas. Seperti dicontohkan Intellitar, kloning seorang profesor bisa tersedia di Internet untuk menjawab pertanyaan para muridnya. Seoarang kakek bisa menjawab pertanyaan cucu-cucunya, yang belum sempat terjawab pada saat hidupnya.

Demi keamanan, orang bakal dilarang mengemudi

Di masa depan, dengan alasan keamanan, orang akan dilarang untuk mengemudi oleh peraturan lalu lintas. Mobil-mobil di masa itu mampu membawa penumpangnya tanpa perlu disopiri. Demikian diungkapkan oleh Raul Rojas, seorang profesor dari Free University (FU), Berlin, Jerman.

Rojas, yang tengah mengembangkan mobil tanpa pengemudi bersama timnya dari FU, memprediksi kalau 10 tahun lagi, mobil seperti ini akan digunakan di area terbatas, seperti bandara, pabrik, atau gudang. "Selanjutnya,10 sampai 20 tahun lagi, mobil tanpa pengemudi mulai dioperasikan di jalan tol. Lalu, 20 hingga 30 tahun lagi, di seluruh kota," kata ilmuwan berdarah Meksiko tersebut.

Mobil yang dikembangkan FU disebut Made In Germany (MIG). Mobil ini memanfaatkan kamera, pemindai laser, sensor panas, dan navigasi satelit untuk beroperasi--melihat kendaraan lain, pejalan kaki, dan mematuhi aturan lampu lalu lintas. FU mengatakan kalau sistem seperti ini lebih baik daripada orang yang kehilangan konsentrasi saat mengemudi.

MIG diuji coba di Bandara Tempelhof, sebuah bandara di Jerman yang sudah tidak dipakai lagi. MIG tampak seperti Volkswagen Passat biasa, hanya saja dilengakpi kamera. Pada saat pengujian, MIG membawa orang sebagai penumpang. Tapi tim dari FU memastikan kalau orang tersebut tidak ikut campur dalam pengujian. Penumpang cuma untuk mengantisipasi apabila ada masalah yang tidak terprediksi.

Google juga baru membuat mobil serupa. Mobil dari Google telah dicoba untuk berjalan sepanjang 225.000 kilometer di San Fransisco, Amerika Serikat. "Pembuatan mobil tanpa pengemudi ini sekarang jadi balapan global!" kata Rojas.

Menurut data WHO, lebih dari satu juta orang, di seluruh dunia, meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, korban luka-luka lebih dari 50 juta orang.

Jika mobil saling berkomunikasi tentang kemacetan...

Massachusetts Institute of Technology (MIT), lewat proyek mereka yang bernama CarTel, berusaha mewujudkan sebuah konsep komunikasi antarmobil untuk memberikan informasi cepat mengenai lalu lintas di tempat yang dilalui.

Ide ini memanfaatkan berbagai data--lokasi, kecepatan, cuaca, dan lain-lain--yang dikumpulkan lewat perangkat GPS (Global Positioning System) dan koneksi Internet nirkabel. Data tersebut lalu diolah menggunakan suatu program lalu informasi hasil olahan disampaikan ke mobil lain.

Perangkat ini dibuat untuk menolong orang saat hendak bepergian. "Tujuan kami adalah membantu orang merencanakan perjalanan. Kami ingin agar waktu yang Anda buang di mobil jadi minimal," jelas Hari Balakrishan, seorang profesor ilmu komputer di MIT yang merangkap jadi peneliti untuk CarTel.

Proyek CarTel ini sudah berumur 4 tahun, tapi akhir-akhir ini, para peneliti mengumumkan penemuan algoritma pemrograman baru yang membuat komunikasi jadi lebih efektif. Pengiriman informasi dengan cepat sangat penting dan tergantung pada sensor yang digunakan. CarTel menggunakan sensor yang bisa menerima 600 poin data dalam waktu 1 detik.

Kulit robot dibuat sensitif

Ada dua tim peneliti di California, Amerika Serikat, yang berhasil membuat kulit tiruan yang sensitif terhadap tekanan. Kedua temuan itu bisa dipakai untuk membuat organ tubuh tiruan dan membangun robot yang lebih baik.

Kulit manusia sangat sensitif terhadap tekanan. Bahkan lalat yang hinggap di kulit pun bisa mengakibatkan rasa geli. Kulit tiruan yang seperti inilah yang ingin diciptakan.

Tim peneliti pertama, tim dari Stanford University, berhasil membuat kulit tiruan yang 1.000 kali lebih sensifit dibandingkan kulit manusia. Kulit yang dibuat dari transistor organik itu bisa merasakan sentuhan yang sangat lembut, bahkan sentuhan dari sayap kupu-kupu. Kulit ini terdiri dari lapisan karet elastis di antara 2 elektroda yang disusun secara paralel. Stanford University meniru reaksi pegas terhadap tekanan. Karena itulah kulit ini berhasil, jelas Stanford University pada sebuah siaran pers.

Karet yang diapit elektroda itu mengandung listrik. Ketika tertekan, jumlah listrik berubah. Perubahan itu terdeteksi oleh elektroda dan kemudian mengirimkan informasi mengenai kuatnya tekanan yang dirasakan kulit.

Kulit kedua dibuat oleh University of California-Berkeley. Meskipun cara kerjanya mirip, kulit kedua ini menggunakan sirkuit terdiri dari kabel-kabel kecil yang anorganik. Transistor itu terhubung dengan karet konduktor yang hambatan listriknya berubah kalau ada tekanan. Kulit bikinan University of California-Berkeley ini bisa mendeteksi tekanan antara 0 hinga 15 kilopaskal, yang merupakan rentang tekanan antara orang mengetik sampai menggenggam benda.

Kedua temuan ini bisa membantu pembuatan robot membedakan kekuatan genggaman pada saat memegang telur sampai penggorengan.

Isi baterai ponsel dengan menelepon?

Ilmuwan asal Korea membuka kemungkinan semakin banyak ponsel dipakai menelepon, bukannya semakin habis baterainya, tetapi justru semakin terisi. Semua itu karena mereka berhasil membuat material yang bisa mengubah suara menjadi listrik. Bukan hanya dipakai untuk ponsel, ide besar mereka adalah membuat sebuah jaringan listrik bertenaga suara yang berasal dari kebisingan lalu lintas.

Bahan dasar untuk membuat material pengubah suara dari listrik adalah piezoelectric yang bisa didapat di tebu gula dan kuarsa. Piezoelectric yang sudah biasa dipakai di berbagai peralatan sehari-hari, misalnya speaker, menghasilkan listrik ketika dibengkokkan. "Speaker mengubah listrik menjadi suara, kami mencoba hal yang sebaliknya," kata Young Jun Park dan Sang-Woo Kim, dua peneliti yang terlibat dalam studi.

Selama beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan sudah mencoba menghasilkan listrik dari berbagai perangkat piezoelectric dan perkembangan mereka luar biasa. Angkatan bersenjata Amerika Serikat malah tertarik untuk menghasilkan listrik untuk kendaraan dari pengaruh fisik akibat peluru. Hasil penelitian juga berhasil membuat listrik ketika orang berjalan atau berlari, dan sekarang berbicara.

Dengan menggunakan oksidasi seng, Young Jun Park dan Sang-Woo Kim, dibantu oleh beberapa rekan mereka, meletakkan kabel-kabel kecil yang diletakkan di antara dua elektroda. Mereka menembakkan gelombang suara dengan kekuatan 100 desibel, kekuatan yang mirip kekuatan suara konser musik rock. Listrik yang dihasilkan adalah 50 milivolt. Asal tahu saja, untuk beroperasi, sebuah ponsel butuh beberapa volt, berkali-kali lipat dari listrik yang berhasil didapatkan pada penelitan. Sudah begitu, suara orang berbicara di telepon biasanya berkisar antara 60 hingga 70 desibel.

Para peneliti Korea itu sadar 50 milivolt adalah listrik yang sangat kecil. Tapi, mereka juga menyebutkan kalau penelitian ini bisa jadi bukti kalau suara bisa dijadikan listrik. Sekarang penelitian mereka berlanjut untuk menghasilkan listrik yang lebih besar.

Sebelas teknologi yang mendekati punah


Gambar: www.privateline.com
Ketika baca judul berita di LiveScience itu, saya sudah menerka teknologi yang masuk kategori “sebentar lagi” alias tak lama lagi tak terpakai. Salah satu tebakan saya adalah telepon rumah yang ternyata betul. Pager (alias beeper) yang saat ini saya kira sudah punah ternyata masih masuk daftar. Yang bikin saya kaget, ada charger ponsel, mouse komputer, dan–ini nih–iPod!
Berikut ini kesebelas teknologi yang didaftarkan Samantha Murphy, penulis senior dari TechNewsDaily.
  1. Mesin faks. Karena adanya e-mail, ponsel pintar, serta teknologi layar sentuh yang bisa bikin orang membubuhkan tanda tangan digital, mesin faks pun tergusur. Pixmania, toko elektronik terbesar di Eropa, mengaku tidak lagi memiliki stok mesin faks banyak-banyak.
  2. Telepon rumah. Seperempat rumah di Amerika Serikat sudah memutus telepon rumah dan 50 persen orang yang berumur 25-29 sudah memiliki ponsel.
  3. Pager. Ternyata pager masih ada dan orang-orang dalam bidang medislah yang paling banyak memakai. Akan tetapi, permintaan akan barang penerima pesan singkat ini semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja sebelum punah.
  4. Pemutar DVD. Karena harga film berdefinisi tinggi terus turun, keping DVD semakin ditinggalkan. Lagipula, keping film HD, seperti Blu-ray, tidak bisa diputar di pemutar DVD.
  5. Proyektor film. Di Amerika Serikat, sudah 16 ribu layar film digital, lebih dari 5.000 bisa dipakai nonton film 3 dimensi. Proyektor digital bisa menampilkan gambar lebih bersih dan lebih tajam ketimbang proyektor film (atau sebut juga proyektor analog). Lagipula, banyak studio sudah menggunakan format digital untuk memangkas ongkos produksi film dan ongkos kirim gulungan film yang ukurannya besar ke bioskop-bioskop.
  6. Mouse komputer. Dengan jari, orang bisa memperbesar atau memperkecil gambar, orang bisa menyentuh tombol untuk menerbitkan tulisan di blog, dan kebisaan-kebisaan lain.
  7. Charger ponsel. Sudah ada tuh charger tanpa kabel. Cukup colok charger itu ke listrik, letakkan perangkat di atasnya, baterai terisi.
  8. Kartu kredit. Menurut First Data, sebuah perusahaan pembayaran, semua isi dompet dapat dimasukkan ke dalam ponsel yang memiliki RFID (radio-frequency identification). Jadi, orang membayar cukup dengan mendekatkan ponsel ke dalam sebuah mesin pembayaran.
  9. TV plasma. Teknologi LCD yang ditambah dengan teknologi LED yang hemat energi membuat TV plasma harus siap-siap pensiun.
  10. Pembaca buku elektronik. Munculnya iPad, pembaca buku elektronik sekaligus perangkat berinternet, main game, dengar musik, menonton video, dan fungsi lain, membuat pembaca buku sederhana seperti milik Amazon akan punah.
  11. iPod. Wow! Perangkat populer dari Apple ini dikanibal oleh adiknya, iPad.
sumber : http://teknologi.blog.nationalgeographic.co.id/2010/08/03/sebelas-teknologi-tinggal-sebentar-lagi/

Robot akan membuka rahasia piramida

Sebuah robot dibuat secara khusus untuk masuk ke Piramida Agung Giza lebih dalam. Robot yang jadi bagian dari Proyek Djedi, sebuah proyek yang sudah berjalan tahunan, akan menjelajah ke tempat yang tidak terjangkau oleh robot sebelumnya dan masuk ke dalam ruangan yang tak terjamah selama 4.500 tahun.

Ruangan yang akan dimasuki tersebut adalah kuburan sang Ratu yang letaknya berada lebih dalam dibandingkan kuburan Raja. Kuburan Raja terletak lebih dekat dengan pintu keluar agar rohnya bisa dengan mudah menemukan jalan ke alam baka.

Robot penjelajah dilengkapi dengan kamera serat optik berukuran mini untuk melihat ke berbagai sudut yang sulit. Robot, yang dibuat oleh para peneliti dari Universitas Leeds bekerja sama dengan Dessault (perusahaan penerbangan asal Prancis) dan Scoutec (perusahaan robotika asal Inggris) tersebut juga akan memeriksa kekuatan batu dengan menggunakan satelit ultrasonik. Selain itu, robot ini bisa mengeluarkan mikrobot berdiameter 0,7 inci.

Agar tidak mengubah permukaan batu piramida yang sensitif, robot dilengkapi dengan roda nilon dan serat karbon. "Semua robot dibuat sehingga kerusakan yang diakibatkan bisa sangat minimal," Shaun Whitehead, Mission Manager berkata pada TechNewsDaily. "Roda yang baru ini tidak mencengkeram, tapi menggelincir di atas permukaan batu."

Robot baru ini akan jadi robot ketiga yang pernah berusaha menjelajah kubur Ratu. Ekspedisi dengan robot pertama mendapati pintu besar yang terkunci. Robot kedua mendapati pintu lagi di balik pintu besar pertama tersebut. Dengan mikrobot dan bor, robot ketiga ini diharapkan bisa melewati halangan serupa.
@nationalgeographic

Teknologi pembaca pikiran bantu prediksi serangan teroris

Dengan mengukur gelombang otak, para ilmuwan di Northwestern University bisa memprediksikan waktu, lokasi, dan tujuan serangan teroris. Citra otak tersebut dibuat berdasarkan reaksi otak terhadap beberapa gambar yang ditampilkan di depan orang yang diduga akan melakukan serangan.

Pada saat percobaan, J. Peter Rosenfeld, ilmuwan dari Northwestern University, membagi 29 mahasiswanya ke dalam 2 grup. Grup pertama diminta membuat rencana jalan-jalan ke suatu kota, sementara grup lain diminta merencanakan serangan. Setelah itu, elektroda ditempelkan ke kepala mereka. Para mahasiswa dihadapkan pada rentetan gambar berbagai kota, gambar akibat serangan teroris, dan beberapa gambar lain yang tidak berhubungan.

Saat gambar ditampilkan, elektroda merekam gelombang otak P300, gelombang otak yang terjadi di luar kemauan dan menyebar ke seluruh bagian otak akibat suatu rangsangan. Semakin besar reaksi seseorang terhadap sebuah gambar yang muncul, semakin kuat gelombang P300 yang dihasilkan. Seluruh mahasiswa yang merencanakan suatu serangan memiliki gelombang P300 yang kuat ketika gambar kota yang jadi sasaran ditampilkan. Mahasiswa, yang berencana menyerang kota lain, tidak menunjukkan gelombang P300 yang sama kuat pada gambar yang sama. Para peneliti juga memperhatikan gelombang P300 pada mahasiswa yang berencana berlibur di kota tersebut, tapi mereka tetap bisa membedakan rencana serangan dengan rencana liburan.

"Gelombang P300 ini bisa dijadikan dasar untuk mencegah serangan teroris," Rosenfeld berkata dengan yakin. Mahasiswa-mahasiswa yang diminta membuat rencana serangan selama 30 menit saja sudah dapat ditebak berdasarkan gelombang P300. "Apalagi teroris sungguhan yang telah merencanakan berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan, mereka pasti punya gelombang P300 yang lebih kuat," ujar Rosenfeld.

Teroris ternyata bisa saja membuat gelombang P300 palsu. "Mereka bisa memikirkan pacar atau menggoyang-goyangkan jempol kaki," kata Rosenfeld. Intinya, mereka cukup membuat suatu stimulus palsu untuk gambar yang tidak berarti bagi mereka. Dengan demikian, petugas keamanan bisa salah menebak.

Sebuah studi yang tercatat dalam artikel Psychophysiology, 83 persen stimulus palsu bisa dikenali. Meskipun demikian, Rosenfeld mengaku bisa menerka nyaris 100 persen stimulus palsu.

Meski terdengar menjanjikan, teknologi ini belum akan dipakai dalam waktu dekat untuk mencegah terorisme. Tapi paling tidak, teknologi ini menawarkan hal baru yang suatu saat bisa dipakai oleh para penegak hukum.
@ http://nationalgeographic.co.id/

Energi Listrik dari Kotoran Anjing

Proyek Park Spark adalah sebuah proyek yang akan mengubah kotoran anjing menjadi sumber listrik yang bisa digunakan untuk kepentingan di lingkungan sekitar mulai dari penerangan lampu sampai listrik untuk toko-toko kecil.
http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2010/09/park-spark-2.jpg
Pembangunan Park Spark akan difokuskan pada area-area atau taman-taman yang biasa dijadikan ajang bermain para anjing.
Nantinya di sebuah taman akan dibuat sebuah tangki yang akan mengubah gas metane yang dihasilkan oleh kotoran dan kemudian akan mengubahnya menjadi sumber listrik.

http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2010/09/park-spark-1.jpg
Sebagai pemilik anjing, tentu saja anda berkewajiban untuk membuang kotoran yang ada ke lubang yang telah disediakan dan "sim salabim", kotoran anjing milik anda bisa menjadi sumber listrik.
http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2010/09/splash.jpg
Saat ini proyek Park Spark sudah diterapkan di taman anjing, Cambridge, Massachusetts dimana hasil listrik digunakan untuk menerangi lampu jalan disana.
Sumber :
www.otakku.com

Nobel Fisika Sorot Masa Depan "Graphene"

Dua ilmuwan kelahiran Rusia, Andre Geim dan Konstantin Novoselov, mendapat penghargaan bergengsi Nobel Fisika atas terobosannya mengisolasi graphene, material paling kuat tetapi paling tipis di dunia, dengan cara mudah dan sederhana. Penemuan tersebut memungkinkan produksi graphene dengan murah untuk berbagai industri teknologi di masa depan.

Graphene merupakan sejenis serat karbon yang hanya disusun dari satu lapis atom karbon. Meski demikian, kekuatannya 100 kali lipat daripada baja. Graphene biasanya diisolasi dari grafit, yang digunakan dalam batang pensil. Namun, selama ini untuk melakukannya membutuhkan teknik yang rumit dan kompleks. Nah, kedua ilmuwan berhasil mengatasi masalah tersebut karena dapat mengisolasi graphene menggunakan selotip (Scotch tape).

Menurut komite Nobel Fisika dari Royal Swedish Academy of Science, penelitian graphene tersebut membuka potensi pengembangan satelit, pesawat, dan mobil masa depan dengan material yang sangat kuat tetapi ringan. Selain itu, wujud material yang transparan juga berpotensi untuk digunakan sebagai layar sentuh, sel surya, dan komponen komputer yang lebih efisien.

"Ini punya potensi mengubah hidup Anda seperti halnya yang terjadi dengan plastik. Ini sungguh mengejutkan," ujar Geim, Selasa (5/10/2010). Graphene yang punya potensi sangat besar ternyata mudah dibuat dan mungkin dipakai secara massal di masa depan. Nobel Fisika semakin meyakinkan ilmuwan dan pelaku industri di seluruh dunia bahwa masa depan graphene sangat cerah. Selain graphene, kedua peneliti juga punya portofolio memelopori pengembangan material adhesif yang meniru kaki tokek untuk menempel kuat di berbagai jenis permukaan.

Meski sama-sama kelahiran Rusia, Geim (51) kini berkewarganegaraan Belanda dan mendapat gelar profesor dari Universitas Manchester, Inggris. Sementara itu, Novoselov (36) berkewarganegaraan ganda, Inggris dan Rusia. Keduanya mulai berkolaborasi saat di Belanda sebelum pindah ke Inggris dan sukses mengisolasi graphene pada tahun 2004. Buat Novoselov, penghargaan Nobel Fisika tergolong mengejutkan karena usianya masih sangat muda bahkan tercatat sebagai penerima Nobel termuda sejak tahun 1973.

Atas keberhasilannya mendapat penghargaan Nobel Fisika, kedua ilmuwan berhak menerima hadiah sebesar 10 juta Kronor atau sekitar Rp 14 miliar. Hadiah tersebut akan diberikan pada 10 Desember 2010 saat peringatan kematian Alfred Nobel yang menggagas dan mendanai penghargaan paling bergengsi di bidang sains ini. (kompas.Com)

Prinsip Kerja Mesin-Mesin Rumit

1. Radial Engines

 
Mesin radial adalah susunan mesin pembakaran dalam, dimana silinder diatur mengelilingi arah sebuah pusat poros engkol seperti jeruji pada roda. Pembakaran ini secara umum digunakan mesin pesawat sebelum digantikan dengan mesin poros turbo dan turbo jet. Mesin Radial ini digunakan untuk menggerakkan baling-baling pesawat.
 

2. Mesin Uap

 
Mesin uap adalah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air dan mengubahnya menjadi energi mekanis. Mesin uap digunakan dalam pompa, lokomotif dan kapal laut, dan sangat penting dalam Revolusi Industri.
 

3. Mesin Jahit

 
Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit.
 

4. Mekanisme Maltese Cross

 
Maltese Cross adalah mekanisme yang menerjemahkan sebuah rotasi terus menerus menjadi gerakan berputar yang berselang. Mekanisme jenis inilah yang menjadi dasar pembuatan mesin jam.
 

5. Mekanisme Transmisi Manual

 
Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual.

Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gearbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R).
 

6. Constant Velocity Joint

 
Constant Velocity Joint memungkinkan poros berputar untuk mengirimkan daya melalui sudut variabel, kecepatan rotasi konstan, tanpa peningkatan berarti dalam gesekan atau bermain. Mekanisme ini biasanya terdapat pada system pergerakan pada roda mobil.
 

7. Sistem Torpedo Penghancur Pada Kapal

 
Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang ditembakkan di atas atau di bawah permukaan laut dan kemudian meluncur di bawah permukaan laut dan dirancang untuk meledak pada kontak atau pada jarak tertentu dengan target. Torpedo dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal permukaan, helikopter atau pesawat.
 

8. Rotary Engine

 
Rotary engine adalah mesin pembakaran dalam yang digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran dirubah menjadi gerakan berputar pada rotor yang menggerakkan sumbu.

Orang lebih mengenal mesin rotor dengan sebutan piston. Karena mesin rotor sangat kompak, ringan, mesin ini banyak digunakan pada berbagai kendaraan dan peralatan seperti pada mobil balap, pesawat terbang, go-kart, speed boat.

Sumber :
zonapencarian.blogspot.com

Kota Tenaga Surya

Sonnenschiff sebuah kota di Freiburg, Jerman ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kota lain, dimana "seluruh kebutuhan energi kota ini di suplai dengan menggunakan sinar matahari yang dikenal dengan energi surya".



Didesain oleh Rolf Disc, dimana Rumah-rumah ini memiliki atap yang memungkinkan sinar matahari tetap di simpan pada musim dingin dan menjadi tameng bagi bangunan dari sinar matahari pada musim panas. Bagian atap juga memiliki sistem daur air hujan yang mengairi taman-taman dan mensuplai air ke toilet.








TEKNOLOGI DESALINASI : Manfaatkan Air Laut untuk Minum

Keterbatasan Jakarta mendapatkan air baku untuk diolah menjadi air bersih sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan air laut yang melimpah. PT Pembangunan Jaya Ancol bukan cuma mengolah air laut menjadi air tawar, melainkan juga mengolahnya menjadi kolam apung berkadar garam tinggi.

Inovasi yang dilakukan, antara lain, 7.000 meter kubik air laut diubah menjadi 5.000 meter kubik air tawar per hari. Sisanya, sekitar 2.000 meter kubik, menjadi air berkadar garam tinggi yang digunakan untuk kolam apung, salah satu wahana wisata di Ancol Taman Impian.

”Teknologi desalinasi ini menjadi inovasi untuk tidak semata-mata meraih hasil air minum dari sumber air laut tak terbatas,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya.

Kolam apung merupakan manfaat wisata edukatif lain, di samping perolehan air tawar dari proyek Ancol Newater-Sea Water Desalination Plant. Bambang Tutuko selaku Wakil Direktur Arkonin yang menjadi konsultan proyek ini, Selasa (28/9/2010), menguraikan, desain rancang bangunnya bisa untuk memproduksi sampai kapasitas 15.000 meter kubik per hari.

”Desainnya sudah selesai dirancang dan konstruksinya sekarang masih dikerjakan. Akhir tahun ini bisa selesai,” kata Bambang.

Osmosis terbalik

Reverse osmosis atau osmosis terbalik merupakan proses yang ditempuh secara umum untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Caranya dengan mendesakkan air laut melewati membran-membran semipermeable untuk menyaring kandungan garamnya. Kandungan garam yang tersaring disisihkan. Sebagian air laut digunakan untuk melarutkannya.

Larutan itulah yang kemudian menjadi bagian dari 2.000 meter kubik per hari yang kemudian disalurkan ke Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.

Dalam kandungan garam tinggi, air kolam itu mampu mengapungkan manusia. Namun, untuk menikmati kolam apung ini, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan.

”Reverse osmosis atau RO ini ditempuh setelah ada berbagai perlakuan terhadap sumber air bakunya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, air baku itu diambil dari Danau Ancol. Danau Ancol dirancang untuk menampung pula air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih yang digunakan berbagai fasilitas publik di kawasan wisata tersebut.

Pemasukan air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih merupakan upaya untuk menurunkan kadar garam danau payau tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses osmosis terbalik menjadi lebih ringan dengan air baku yang rendah kadar garamnya. ”Ini ada kaitannya dengan usia produktif dari teknologi desalinasi ini,” ujarnya.

Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. ”Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000,” ujar Bambang.

General Manager Perencanaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Sandy Rudiana mengatakan, perusahaannya memiliki kebutuhan air tawar sebanyak 15.000 meter kubik per hari. Saat ini belum bisa terpenuhi seluruh kebutuhannya.

”Dari perusahaan air minum daerah hanya diperoleh 9.000 meter kubik per hari sehingga masih kekurangan 6.000 meter kubik per hari,” kata Sandy.

Selain faktor kekurangan suplai air bersih, menurut Sandy, juga ditemui kendala harga yang terlampau tinggi. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik.

Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.

Pengembangan model

YJ Harwanto, selaku General Manager Ancol Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan, proyek desalinasi ini sebagai pengembangan model tatkala ada tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta, terutama di kawasan pesisir Jakarta Utara.

”Model seperti ini harus dikembangkan oleh pihak-pihak lainnya,” kata Harwanto.

Dia mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengambil air tanah untuk mencukupi kebutuhan. Namun, mereka menerima imbas paling parah berupa penurunan tanah paling cepat di Jakarta. Saat ini diperkirakan kawasan Ancol mengalami penurunan tanah 26 sentimeter per tahun.

Seperti lokasi kuburan yang dipelihara Pemerintah Belanda di dalam kawasan wisata Ancol, sejak belasan tahun yang lalu masih 1 meter sampai 2 meter di atas permukaan laut. Namun, sekarang sudah berada di bawah permukaan air laut sehingga diperlukan pemompaan air ketika tergenang air laut.

Pengurukan, menurut Harwanto, dilakukan setiap tahun. Lokasi-lokasi yang tidak diuruk pada akhirnya mudah tergenang air hujan atau luapan air laut pasang.

Desalinasi sebagai jawaban teknologi atas tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta. Pengelola kawasan wisata Ancol sudah memulainya. Ditunggu yang lainnya.
(kompas.Com)