Showing posts with label SELAMATKAN BUMI. Show all posts
Showing posts with label SELAMATKAN BUMI. Show all posts

Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni

Pemanasan global, selain menyebabkan perubahan iklim, juga menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter. Demikian diungkap Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina, di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Senin (11/4/2011).

Lebih lanjut, Jumina mengatakan, tanpa ada upaya serius dan sistematis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat celsius akan naik menjadi sekitar 25 derajat celsius pada tahun 2500.

"Artinya, bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu," tutur Jumina.

Terjadinya peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus itulah yang menyebabkan para pakar lingkungan merasa sangat prihatin. Usaha untuk mengurangi emisi CO2 pun dilakukan, antara lain melalui penandatanganan Protokol Kyoto pada 1999. Sayang, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar kedua di dunia hingga saat ini belum bersedia menandatangani protokol tersebut.

"Begitu pula China yang merupakan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia," ungkapnya kemudian.

Data menunjukkan, sumbangan sektor energi terhadap emisi CO2 dan fenomena pemanasan global sangat besar. Dengan demikian, demi mengurangi tingkat emisi CO2 domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global, maka penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan. "Energi bersih bisa diartikan sebagai energi ramah lingkungan, atau energi yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelas Jumina.

Bila Indonesia dapat menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan ketahanan energi dalam arti terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, tapi juga dapat mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan lestari. "Sehingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa harus merampas hak dasar generasi penerus," kata Jumina.

Kenyataan, pengembangan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia belum memuaskan. Keterbatasan kemampuan SDM merupakan faktor utama. Untuk itu, PSE UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UGM menggelar seminar sehari "Pengembangan Sumberdaya Manusia Bidang Energi Bersih Menuju Ketahanan Energi Nasional", di gedung Pascasarjana UGM, Selasa (12/4/2011).

Seminar menampilkan beberapa narasumber, antara lain anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr Ir Tumiran MEng; Direktur Energi, Telekomunikasi, dan Informatika Bappenas Ir Jadhie J Ardajat MSi; Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Dr Ing Evita Legowo; Direktur Energi Primer PLN Ir Nur Pamudji MEng; Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Ir Arryanto Sagala; serta Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ir Luluk Sumiarso MSc.( kompas.com)

Cuaca Ekstrim di Banyak Negara : Bukti Nyata Pemanasan Global

Para ilmuwan menegaskan, badai salju dan suhu dingin ekstrem yang melanda Eropa akhir-akhir ini adalah efek langsung dari pemanasan global. Anomali iklim tersebut masih mengakibatkan gangguan transportasi hingga Rabu (22/12/2010), pada saat jutaan warga Eropa bersiap mudik untuk merayakan Natal di kampung halaman.

Para peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (Potsdam-Institut für Klimafolgenforschung/PIK) di Jerman mengatakan, musim dingin ekstrem yang terjadi berturut-turut di benua Eropa dalam 10 tahun belakangan ini adalah akibat mencairnya lapisan es di kawasan Artik, dekat Kutub Utara, akibat pemanasan global.

Hilangnya lapisan es membuat permukaan laut di Samudra Artik langsung terkena sinar matahari. Energi panas matahari, yang biasanya dipantulkan lagi ke luar angkasa oleh lapisan es berwarna putih, kini terserap oleh permukaan laut, membuat laut di kawasan kutub itu memanas dan mengubah pola aliran udara di atmosfer.

Dalam model komputer, yang dibuat PIK dan dimuat di Journal of Geophysical Research awal bulan ini, terlihat kenaikan suhu udara di lautan Artik tersebut menimbulkan sistem tekanan tinggi. Sistem tekanan tinggi inilah yang membawa udara dingin kutub ke daratan Eropa.

”Anomali ini bisa melipat tigakan probabilitas terjadinya musim dingin yang ekstrem di Eropa dan Asia utara,” ungkap Vladimir Petoukhov, fisikawan dan peneliti utama PIK.

Petoukhov menambahkan, efek aliran udara dingin dari kutub utara itu akan makin parah saat terjadi gangguan pada arus udara panas yang melintasi Samudra Atlantik dan perubahan aktivitas matahari.
Itulah yang terjadi saat ini. Para pakar cuaca mengatakan, saat ini arus udara hangat dari pantai timur AS (Gulf Stream) terhalang dan berbelok arah di tengah-tengah Atlantik.

Hal itu membuat aliran udara dingin dari Artik dan Eropa Timur tak terbendung masuk ke Eropa Barat. Saat arus dingin ini melintasi Laut Utara dan Laut Irlandia, uap air dari laut tersebut diubah menjadi salju dalam skala sangat besar dan menyebabkan badai salju parah di negara-negara Eropa Barat.

Mulai pulih

Otoritas penerbangan sipil Perancis, DGAC, Rabu, mengeluarkan peringatan, salju akan turun lagi di kawasan Paris pada Rabu sore dan kemungkinan akan terjadi pembatalan penerbangan lagi untuk jadwal penerbangan setelah pukul 17.00. Peringatan tersebut keluar saat kondisi penerbangan di Eropa baru mulai pulih setelah terpuruk dalam kekacauan total sejak akhir pekan lalu.

Bandara Frankfurt di Jerman baru membatalkan 70 dari total 1.300 penerbangan yang dijadwalkan Rabu. Jumlah ini menurun signifikan dibanding Selasa, saat 550 penerbangan dibatalkan.
Dua landasan pacu di Bandara Heathrow, London, Inggris, juga sudah dibuka sejak Selasa malam dan kini bandara tersibuk di Inggris tersebut sudah beroperasi 70 persen mendekati normal. ”Kami lega karena akan bisa menyingkirkan semua salju hari ini,” tutur juru bicara Bandara Heathrow.

Sekitar 1.000 orang terpaksa bermalam di Heathrow, dan 300 penumpang terdampar di Bandara Frankfurt, Selasa malam.

"Sangat menyedihkan, rasanya seperti berada di negara dunia ketiga," tutur seorang penumpang bernama Janice Phillips (29), yang terdampar di Heathrow dalam perjalanan pulang ke Minneapolis, AS.
Dua bandara utama di Paris, Charles de Gaulle dan Orly, dibuka 24 jam penuh untuk mengurai penumpukan penumpang akibat pembatalan dan penundaan selama berhari-hari. Maskapai Air France-KLM memperkirakan menderita kerugian hingga 35 juta euro (Rp 415,1 miliar) akibat gangguan cuaca bulan ini.
Sementara itu, suhu ekstrem terus melanda Eropa. Kota Holbaek, 65 kilometer sebelah barat Kopenhagen, Denmark, mencatat suhu minus 22,5 derajat celsius, Selasa malam. Ini adalah rekor suhu terendah di Denmark dalam 29 tahun terakhir.

Di Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, suhu anjlok hingga 50 derajat celsius di bawah titik beku, menyebabkan sebuah bus mengalami kegagalan teknis dan bertabrakan, menewaskan delapan penumpangnya.
Cuaca dingin juga membuat harga minyak mentah dunia terus naik. Di pasar Asia, Rabu, harga minyak mentah Brent untuk pesanan bulan Februari naik 29 sen menjadi 93,49 dollar AS per barel, atau tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Harga diperkirakan masih akan terus naik seiring cuaca dingin ekstrem yang diramalkan masih akan terjadi sampai akhir tahun.

Warga LA dievakuasi

Cuaca ekstrem juga terjadi di AS. Hujan deras, banjir, dan tanah longsor melanda negara bagian California. Curah hujan yang turun di pusat kota Los Angeles (LA) sepekan terakhir sudah mencapai sepertiga dari curah hujan tahunan di kota tersebut.

Pihak berwajib telah mengevakuasi 232 keluarga di kawasan La Canada Flintridge dan La Crescenta di pinggiran LA, yang terletak di dekat perbukitan yang sudah jenuh oleh air hujan dan dikhawatirkan longsor. Evakuasi juga dilakukan di San Diego.

Cuaca ekstrem yang melanda Eropa belum mengurangi minat warga Indonesia menghabiskan libur akhir tahun ke sana. Hasil pemantauan di sejumlah biro perjalanan di Jakarta, Rabu, belum ada rombongan yang membatalkan rencana kunjungan mereka ke Eropa.

"Beberapa pelanggan memang menanyakan kondisi di Eropa, tapi sejauh ini belum ada pembatalan," kata pegawai perjalanan luar negeri Bayu Buana Tour and Travel, Jonas Sinambela.

Manajer Hubungan Masyarakat dan Media Panorama Tours Anita Hartono menjelaskan, saat ini mereka melayani perjalanan wisata sedikitnya 300 WNI dalam 20 kelompok ke Eropa.

Masyarakat diminta kurangi penggunaan kantung plastik

Perusahaan retail asal Kanada, Circle K, mulai mengampanyekan "Diet Kantung Plastik". Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengurangi konsumsi plastik dengan membawa plastik sendiri dari rumah saat berbelanja ataupun kalau terpaksa bisa membeli plastik seharga Rp100,00 atau tas BaGoes seharga Rp25.000,00 yang bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

"Kantung plastik jadi bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku umum. Jadi, kami sadar plastik tidak bisa disetop, tapi bisa dikurangi. Oleh karena itu, kami mengampanyekan Diet Kantung Plastik ini," ujar Corporate Affair Investor Relation Circle K Indonesia Gunawan Indrobaskoro, Minggu (31/10/2010) di Taman Pramuka, Bandung, Jawa Barat.

Diet Kantung Plastik mulai dilakukan hari Minggu (31/10/2010) ini di 300 gerai Circle K yang ada di Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Surabaya. Ia mengaku program ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar Circle K beroperasi.

"Kami meminta masyarakat agar lebih bijak lagi dalam memakai plastik. Kalau mau belanja, ya bawa kantung sendiri dari rumah," ujar Gunawan. Kalaupun misalnya terpaksa dan tidak membawa kantung dari rumah, lanjut Gunawan, pelanggan Circle K bisa membeli plastik Circle K yang bersifat bio-degradable dan mampu terurai dalam tiga bulan.

"Pilihan lain juga bisa membeli tas BaGoes yang bisa dipakai ribuan kali dan ramah lingkungan hasil kerja sama dengan Greeneration Indonesia," ungkap Gunawan. Adapun tas BaGoes tersebut dijual seharga Rp 25.000, sedangkan plastik Circle K dijual Rp 100. Dana tersebut diakui untuk digunakan kembali bagi kelestarian lingkungan dan program Clean Up Your City (kegiatan bersih kota).

"Kami ingin mendidik masyarakat agar bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Kalau mau pakai plastik, ya harus tanggung jawab akan sampah dan dampaknya," ucap Gunawan kepada para wartawan.

Saat ini, konsumsi plastik di Circle sendiri mencapai 300-400 lembar plastik per harinya. Ditargetkan, melalui program ini, dalam setahun Circle K mampu mengurangi pemakaian plastik hingga 10 persen. "Kalau dilihat dari segi biaya, dengan menekan konsumsi kantung plastik memang tidak signifikan bagi perusahaan, paling hanya berkurang jutaan saja. Tapi kami hanya mau mendidik masyarakat," ujar CEO Circle K Indonesia, Cahyadi Heryantio.

Teks oleh Sabrina Asril/Kompas.com

Plastik ramah lingkungan dari kotoran

Micromidas, sebuah perusahaan dari Sacramento, Amerika Serikat, mengembangkan teknologi untuk membuat plastik yang bisa diurai. Mengejutkan karena plastik itu dibuat dari kotoran. Tapi tenang, saja. Plastik itu tidak memiliki bau.

John Bissel, CEO Micromidas, menganggap plastik dan limbah dari fasilitas pembuangan air merupakan masalah besar. Pada tahun 2008, begitu lulus dari UC Davies, Bissell dan teman-temannya membuat perusahaan yang bertujuan mengembangkan teknologi untuk memecahkan masalah tersebut.

Fasilitas pembuangan air pada umumnya memisahkan cairan dan benda padat dalam sebuah tanki besar, Bissel menjelaskan. Kotoran yang tersisa biasanya dibakar atau dikirim ke pertanian untuk mengembangkan tanaman non-makanan. "Bukan cara yang hebat," kata Bissell.

Micromida mengambil limbah itu dan memanfaatkan 50 hingga 70 persen untuk membuat plastik dengan bantuan suatu mikroba khusus. Mikroba itu mengonsumsi limbah sehingga mereka menjadi gendut karena lemak. Lemak itu berubah menjadi semacam poliester. Ketika serangga mati, poliester diekstrak dari tubuh mereka.

Poliester merupakan bagian dari keluarga plastik yang disebut dengan polyhydroxalkanotes atau PHA. Plastik itu, seperti dijelaskan Bissel kepada Discovery News, bisa diurai dan tidak berbahaya bagi manusia. "Tidak ada batas bahaya yang mematikan," tegas Bissell. Waktu yang dibutuhkan untuk mengurai plastik ini adalah satu setengah tahun, Bissell menambah penjelasan.

Saat ini, plastik buatan Micromidas masih dalam tahap awal. Kapasitas produksi mereka hanya beberapa kilogram saja per hari. Beberapa industri, seperti disebutkan Micromidas, sudah siap bekerja sama mengaplikasikan plastik ini. Hanya saja, para pelaku industri itu belum dapat disebutkan.
http://nationalgeographic.co.id

Perubahan Iklim : Kondisi Arktik Tak Akan Pulih

Tanda-tanda berlangsungnya perubahan iklim yang muncul di Arktik diperkirakan akan permanen. Tanda-tanda tersebut, antara lain, adalah semakin menghangatnya atmosfer di kawasan Arktik, menciutnya luasan es, dan mencairnya gletser.
Demikian, antara lain, isi laporan dari sejumlah ilmuwan, Kamis (21/10/2010). Sejumlah ilmuwan dari AS, Kanada, Rusia, Denmark, dan beberapa negara lain mengatakan, "Kemungkinannya kecil bahwa Arktik bisa kembali ke kondisi semula."
Kondisi di Arktik bermakna besar karena kawasan tersebut merupakan faktor dominan dalam kondisi cuaca di kawasan negara-negara utara yang penduduknya padat. Hujan salju yang amat lebat di AS, Eropa utara, dan Asia Barat pada musim dingin yang lalu merupakan salah satu dampak dari perubahan kondisi di Arktik.

"Musim dingin 2009-2010 menunjukkan kaitan antara kondisi dingin ekstrem di lintang tengah dan hujan salju dan perubahan pola angin di Arktik—yang disebut sebagai pola Arktik Hangat-Benua Dingin (Warm Arctic-Cold Continents pattern)," demikian diungkapkan dalam laporan tersebut yang diluncurkan Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA).

Ditemukan bukti bahwa temperatur di atas Arktik naik dengan laju lebih cepat dari kenaikan temperatur global, dua kali lebih tinggi dari kenaikan temperatur di lintang rendah.

Pelestarian Bumi : Mal Ciputra Kumpulkan 50.000 Botol Bekas

Untuk mendukung kampanye pelestarian lingkungan, salah satu mal di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Mal Ciputra, menggelar program Go Green, Botol Plastik Air Mineral Bekas dan Pelestarian Bumi.
Melalui program ini, mereka mengajak para pengunjung dan tenant Mal Ciputra untuk mengumpulkan botol-botol minuman bekas. Menurut Rida Kusrida, Public Relations Mal Ciputra, botol-botol ini dikumpulkan untuk selanjutnya dibuat karya-karya seni.

"Target kita bisa dapat 50.000 botol bekas. Nanti tujuan utama kita adalah buat pohon natal terbesar untuk menyambut Natal tahun ini," ujarnya saat ditemui di kounter Go Green di Mal Ciputra lantai LG, Jakarta Barat, Jumat (15/10/2010) sore.

Program pengumpulan botol bekas ini sebenarnya telah dimulai sejak tanggal 28 September lalu. Rencananya, program ini akan diakhiri pada tanggal 6 Desember esok. Sampai saat ini, menurut Risda, pihaknya telah berhasil mengumpulkan sekitar 20.000 botol dari berbagai ukuran.

"Semakin ke sini makin ramai. Sekarang kalau hari biasa tiap hari rata-rata sampai 1.300 botol. Kalau weekend malah sampai 2.000 botol," ucapnya. Untuk menarik para pengunjung mal, pihak Mal Ciputra juga menyediakan undian bagi masyarakat yang memberikan botol bekas.

Pengelola Mal Ciputra menyiapkan sebuah iPad, sebuah Blackberry Onyx, dan 10 voucer belanja sebesar Rp 250.000 bagi masyarakat yang memenangi undian.

"Tapi undian ini hanya untuk customer saja. Sistemnya setiap orang yang mengumpulkan botol akan dicatat namanya untuk diundi. Tidak ada jumlah minimal botol yang dikasih. Satu botol juga tidak masalah," ungkap Rida. Undian ini akan diundi pada tanggal 10 Desember 2010.
@kompas.com

Anomali Capai Tingkat Ekstrem

Memanasnya suhu muka laut dan tidak terjadinya musim kemarau pada tahun ini merupakan kondisi penyimpangan yang tergolong paling ekstrem pada data pemantauan cuaca yang pernah dilakukan di Indonesia. Anomali ini diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2011.

Pemantauan kondisi kelautan dan cuaca di Indonesia yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan memanasnya suhu muka laut yang luas di wilayah perairan Indonesia telah terlihat sejak Juli tahun 2009 dan bertahan hingga kini.

”Anomali cuaca ini akan bertahan hingga Februari tahun depan saat akhir puncak hujan pada musim hujan ini,” ujar Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG. Prakiraan ini juga disampaikan BMKG dalam rapat koordinasi tentang antisipasi terhadap iklim dan cuaca ekstrem yang diadakan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Senin (4/10/2010).

Menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia mulai terpantau pertengahan tahun lalu, meski ketika itu terjadi El Nino dalam skala moderat. ”Ketika anomali cuaca ini muncul, suhu muka laut di timur Indonesia biasanya mendingin. Namun yang terjadi sebaliknya,” ujar Edvin, yang sebelumnya adalah peneliti cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Suhu permukaan laut di atas normal ini berlangsung hingga masuk periode musim kemarau tahun ini. Suhu laut yang hangat pada Mei lalu ditunjang oleh munculnya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang diikuti terjadinya Dipole Mode di Samudra Hindia. Kedua fenomena ini mengakibatkan suplai massa udara dari dua samudra itu ke wilayah Indonesia.

Berdasarkan data curah hujan yang tinggi sepanjang periode kemarau tahun ini, Edvin menyimpulkan tidak tampak pola musim kemarau. Hanya pada bulan April tingkat curah hujan tergolong normal pada musim kemarau. ”Karena itu dapat dikatakan tidak ada musim kemarau pada tahun 2010,” ulas Edvin.

Suhu muka laut di atas normal terjadi hampir di seluruh perairan Indonesia berlangsung sejak Juli 2009 hingga kini dan diperkirakan berlanjut sampai Februari 2011.

Fenomena langka


Kondisi ini merupakan fenomena cuaca yang langka. Bahkan, periode kejadian anomali ini pun tergolong berlangsung paling lama berdasarkan data yang dimiliki BMKG selama ini. ”Meningkatnya pemanasan suhu muka laut ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2012,” ujar Sri Woro B Harijono, Kepala BMKG belum lama ini.

Namun, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti munculnya anomali ini, lanjut Edvin. Hal inilah yang mendorong BMKG akan mengembangkan pemodelan iklim laut atau maritim yang operasional dan meningkatkan layanan informasi iklim maritim.

Pemodelan itu dilakukan berdasarkan data hasil observasi laut menggunakan kapal survei dan satelit. ”Tahun ini dibuat rencana desain atau cetak biru pemodelan iklim laut di Indonesia. Pengembangannya mulai tahun 2011,” jelas Edvin yang meraih gelar doktor bidang meteorologi dari Institut Max Planck Universitas Hamburg, Jerman.

Perubahan iklim


Tingginya suhu muka laut yang mengakibatkan musim hujan berkepanjangan—tanpa kemarau—di Indonesia pada tahun ini diperkirakan merupakan dampak dari pemanasan global—yaitu fenomena meningkatnya suhu bumi disebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang bersifat menahan energi panas matahari di permukaan bumi.

Berbagai dampak negatif pun muncul, seperti melelehnya es di kutub, merebaknya penyakit parasit, dan meningkatkan keasaman air laut. Perubahan iklim ini ditandai dengan perubahan pola curah hujan, terjadinya cuaca ekstrem berupa munculnya gelombang udara panas, peningkatan frekuensi hujan lebat hingga menimbulkan banjir di satu tempat dan kekeringan di tempat lain.

Pola turunnya hujan juga tidak merata di seluruh daerah. Akibat pemanasan global, hujan akan banyak terjadi di wilayah dekat garis ekuator. Menurut penelitian BMKG bekerja sama dengan Badan Meteorologi Jepang, rupanya 15 tahun lagi Jawa akan kurang hujan, urai Sri Woro yang juga Kepala WMO (World Meteorological Organization) Regional V.

Langkah antisipatif


Pemanasan global atau perubahan iklim lebih lanjut akan mengacaukan pola tanam dan meningkatkan pertumbuhan hama tanaman hingga menggagalkan panen. Selain petani, para nelayan pun akan terpukul akibat gangguan cuaca itu. Mereka tidak dapat melaut karena gelombang laut yang tinggi.

”Hal tersebut jika tidak segera diantisipasi akan menimbulkan kerawanan sosial,” ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di sela rapat koordinasi, Senin. Karena itu, pemerintah akan meningkatkan sistem peringatan dini munculnya fenomena cuaca dan iklim ekstrem dalam melakukan upaya mitigasi, adaptasi, dan penguatan kelembagaan.

Sementara itu, Edvin berpendapat, pemerintah dan masyarakat harus lebih mencermati informasi iklim dan cuaca ekstrem. Selain itu, memanfaatkan saat jeda periode kering untuk membersihkan saluran air. ”Waspadai daerah aliran sungai di bantaran yang berkelok atau meander untuk mengatasi banjir kiriman dari hulu,” ujarnya.

Curah hujan yang tinggi hendaknya dimanfaatkan untuk mengisi cadangan air bawah tanah dengan sistem injeksi. Hal ini dapat mencegah terjadinya intrusi air laut di kota besar pesisir. Fungsi PLTA pun dapat dioptimalkan.

Untuk mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dioksida (CO) sebesar 26 persen pada tahun 2020, BMKG mengusulkan penambahan dua Stasiun GAW (Global Atmosphere Watch) di Sulawesi Tengah dan Papua untuk meningkatkan observasi CO di Indonesia. Ini memerlukan dukungan seluruh sumber daya yang ada, seperti anggaran, kemauan politis pemerintah, dan kemampuan sumber daya manusia.