Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi

1. Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi Berdasarkan Penggabungan dan Pelepasan Oksigen

Pada awalnya konsep reaksi reduksi oksidasi didasarkan pada penggabungan unsur / senyawa dengan oksigen untuk membentuk oksida, dan pelepasan oksigen dari senyawanya.

a. Reaksi Reduksi : Pelepasan oksigen dari senyawanya



b. Reaksi Oksidasi : penggabungan oksigen dengan unsur/senyawa.



2. Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi Berdasarkan Pelepasan dan Pengikatan Oksigen

Dengan berkembangnya teori atom, memasuki abad ke-20 ditinjau dari ikatan kimianya para ahli melihat suatu karakteristik mendasar dari reaksi reduksi oksidasi yaitu adanya serah terima elektron. Dan konsep ini ternyata dapat diterapkan untuk reaksi-reaksi yang tidak melibatkan oksigen.

a. Reaksi Reduksi : penerimaan elektron





b. Reaksi Oksidasi : pelepasan elektron



3. Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Dalam perkembangan selanjutnya, para ahli kimia menyadari bahwa reaksi redoks tidak selalu melibatkan serah terima elektron.

Contoh:



Reaksi pembentukan molekul H2 tidak melibatkan serah terima elektron tetapi penggunaan bersama elektron. Oleh karena itu konsep redoks diperluas lagi yakni menggunakan dasar perubahan bilangan oksidasi dari atom unsur sebelum dan sesudah reaksi.


Ditinjau dari perubahan bilangan oksidasinya, dalam reaksi reduksi oksidasi suatu unsur yang bilangan oksidasinya bertambah dikatakan mengalami oksidasi, sedangkan atom unsur yang bilangan oksidasinya turun dikatakan mengalami reduksi.



Zat yang menyebabkan zat lain tereduksi disebut reduktor. Sedangkan zat yang menyebabkan zat lain terokidasi disebut oksidator.



Reaksi 1:



Reaksi 2: